Di kuartal kedua 2026, Filipina mencatat pertumbuhan ekonomi yang melesu dengan hanya 2.3%, paling rendah setelah masa pandemi. Pemerintah tetap optimis bahwa perlambatan ini hanyalah sementara dan berharap dapat melihat pemulihan dalam setengah tahun mendatang.
Penyebab di Balik Perlambatan Ekonomi
Angka pertumbuhan 2.3% ini kontras dengan 5.5% tahun lalu pada periode yang sama. Juru Bicara Istana Malacañang, Claire Castro, memperingatkan tentang faktor eksternal yang turut mempengaruhi, termasuk konflik di Timur Tengah yang meningkatkan biaya energi, serta inflasi dan kiriman uang dari luar negeri.
Pengaruh Ketegangan di Timur Tengah
Ketegangan yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah telah menaikkan harga minyak, yang selanjutnya memicu inflasi di dalam negeri Filipina. Hal ini berdampak pada daya beli masyarakat dan mengurangi jumlah kiriman uang dari pekerja Filipina di luar negeri, sumber penting bagi ekonomi nasional.
Proyek Publik yang Tertunda
Pemerintah menghadapi kendala dalam melaksanakan proyek pembangunan akibat penundaan terkait kampanye anti-korupsi untuk merapikan anggaran setelah skandal terkait dana pengendalian banjir.
Dampak Ekonomi yang Lebih Luas
Selain sektor pemerintah, sektor rumah tangga dan keinginan belanja masyarakat juga terdampak oleh perlambatan ini.
Penurunan Pendapatan Konsumen
Ekonomi yang melambat menyebabkan pengurangan penghasilan yang bisa dibelanjakan, menurunkan kepercayaan konsumen untuk mengeluarkan uang di sektor hiburan, tercermin dari penurunan dalam industri permainan.
Industri Permainan Terdampak
Regulator permainan, PAGCOR, melaporkan bahwa pendapatan menurun 26.6% pada paruh pertama 2026 menjadi hanya Php43.3 miliar. Segmen online, termasuk eGames dan eBingo, merosot tajam hingga 41.9% dari tahun sebelumnya.
Strategi Pemerintah ke Depan
Terlepas dari rintangan yang dihadapi, pemerintah Filipina tetap yakin akan kesempatan pertumbuhan dalam enam bulan ke depan. Mempercepat proyek infrastruktur utama dan menstabilkan harga sebagai upaya mendorong perekonomian. Mendukung ekspor dan memanfaatkan ekonomi digital serta AI adalah bagian dari fokus mereka.
Prospek Pemulihan
Menurut Claire Castro, meskipun kepercayaan konsumen rendah, ada tanda-tanda peningkatan di sektor bisnis. Dengan percepatan eksekusi anggaran, pemerintah berharap dapat meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi di kuartal mendatang.
Perlambatan pertumbuhan PDB Filipina pada kuartal kedua 2026 menjadi tantangan bagi negara, namun dengan strategi yang tepat dan percepatan proyek, ada harapan untuk membangkitkan dan memperkuat ekonomi di masa depan.